My site

Home | Sign Up | Log In
Monday, 20/Nov/2017, 2:41 AM
Welcome Guest | RSS
Site menu
Section categories
News [10]
News Media
SEO [0]
SEO Media
Otomotif [11]
Otomotif Media
Survey [0]
Survey 2016
Chat Box
200
Our poll
Rate my site
Total of answers: 26
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Home » 2015 » November » 23 » Kopdar Gabungan dan City Turing TMC MOJOC
10:31 PM
Kopdar Gabungan dan City Turing TMC MOJOC

Kopdar Gabungan yg di adakan oleh TMC Mojokerto-Jombang Commuity (MOJOC) yg di support oleh pihak MD TVS dari BIJ, dihadiri oleh kawan-kawan, dari Torcy Semarang, TMC Wates Jogjakarta, TRC Tulungagung, TRC Pasuruan TAC Surabaya dan Juga TMC Gresik, kegiatan diadakan disamping Aula Viahara Majapahit atau Budha Tidur, dimulai pada pukul 20.00 acara cukup meriah dengan iringan Music dan karaoke jamuan malam oleh rekan2 TMC MOJOC lebih dari 30 orang turut memeriahkan acara malam hari penuh keakraban dan kekeluargaan. pagi harinya dimulailah city Touring yaitu mengunjungi petilasan petilasan Kerajaan Majapahit diawali dengan mengunjungi Patung Budha Tidur walaupun bukan petilasan majapahit namun saat ii menjadi Icon Wisata Mojokero



Patung ini memiliki Panjang 22M, lebar 6M dan tinggi 4,5M Menurut orang ini adalah patung sleeping budha terbesar di Indonesia dan menempati urutan ketiga setelah patung sejenis yang berada di negara Thailand dan Nepal, patung ii terletak di desa Bejijong Kecamatan Trowulan Mojokerto Jawa Timur Patung ini dibangun pada tahun 1993 dan dikerjakan oleh pemahat trowulan.



Perjalanan Selanjutnya tidak jauh dari lokasi kita menuju Candi Brahu, dalam perjalanan dari Budha Tidur ke Candi Prahu melewati perkampungan yg terlihat unik, bagian sisi depan rumah dibangun semacam rumah adat. baik digunakan sebagai sentra Batik maupun hany sekedar ruag tamu, dengan Cirikas warna Cokelat dan pintu dan jendela kayu, sepertinya memang sengaja dibangun mirip. bisa jadi merupakan bantuan untuk warga setempat. namun ketika melewati perkampungan tersebut anda akan merasa seolah2 berada disuatu tempat atau perkampungan Jawa juga tempe Dulu





Sesampainya di Candi Brahu. menikmati suasana bangunan kuno dari batu bata merah dengan ukuran bangunan 22,5 x 18 meter dan tinggi 20m terletak diatas lahan seluar 7300m persegi, Nama candi ini, yaitu 'brahu', diduga berasal dari kata wanaru atau warahu. Nama ini didapat dari sebutan sebuah bangunan suci yang disebut dalam Prasasti Alasantan. Prasasti tersebut ditemukan tak jauh dari Candi Brahu. Dalam prasasti yang ditulis Mpu Sendok bertanggal 9 September 939 (861 Saka), Candi Brahu disebut merupakan tempat pembakaran (krematorium) jenazah raja-raja. Akan tetapi, dalam penelitian tak ada satu pakar pun yang berhasil menemukan bekas abu mayat dalam bilik candi. Hal ini diverifikasi setelah dilakukan pemugaran candi pada tahun 1990 hingga 1995.



Dari Candi Brahu perjalanan dilanjutkan menuju tempat petilasan berikutnya yaitu Gapura Bajang Ratu, Gapura Bajang Ratu atau juga dikenal dengan nama Candi Bajang Ratu adalah sebuah gapura / candi peninggalan Majapahit yang berada di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Bangunan ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 dan adalah salah satu gapura besar pada zaman keemasan Majapahit. Menurut catatan Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Mojokerto, candi / gapura ini berfungsi sebagai pintu masuk bagi bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara yang dalam Negarakertagama disebut "kembali ke dunia Wisnu" tahun 1250 Saka (sekitar tahun 1328 M). Namun sebenarnya sebelum wafatnya Jayanegara candi ini dipergunakan sebagai pintu belakang kerajaan. Dugaan ini didukung adanya relief "Sri Tanjung" dan sayap gapura yang melambangkan penglepasan dan sampai sekarang di daerah Trowulan sudah menjadi suatu kebudayaan jika melayat orang meninggal diharuskan lewat pintu belakang "Bajang Ratu" dalam bahasa Jawa berarti "raja / bangsawan yang kecil / kerdil / cacat". Dari arti nama tersebut, gapura ini dikaitkan penduduk setempat dengan Raja Jayanegara (raja kedua Majapahit) dan tulisan dalam Serat Pararaton, ditambah legenda masyarakat. Disebutkan bahwa ketika dinobatkan menjadi raja, usia Jayanegara masih sangat muda ("bujang" / "bajang") sehingga diduga gapura ini kemudian diberi sebutan "Ratu Bajang / Bajang Ratu" (berarti "Raja Cilik"). Jika berdasarkan legenda setempat, dipercaya bahwa ketika kecil Raja Jayanegara terjatuh di gapura ini dan mengakibatkan cacat pada tubuhnya, sehingga diberi nama "Bajang Ratu" ("Raja Cacat").

Sejarawan mengkaitkan gapura ini dengan Çrenggapura (Çri Ranggapura) atau Kapopongan di Antawulan (Trowulan), sebuah tempat suci yang disebutkan dalam Kakawin Negarakretagama: "Sira ta dhinarumeng Kapopongan, bhiseka ring crnggapura pratista ring antawulan", sebagai pedharmaan (tempat suci). Di situ disebutkan bahwa setelah meninggal pada tahun 1250 Saka (sekitar 1328 M), tempat tersebut dipersembahkan untuk arwah Jayanegara yang wafat. Jayanegara didharmakan di Kapopongan serta dikukuhkan di Antawulan (Trowulan). Reruntuhan bekas candi tempat Jayanegara didharmakan tidak ditemukan, yang tersisa tinggal gapura paduraksa ini dan pondasi bekas pagar. Penyebutan "Bajang Ratu" muncul pertama kali dalam Oundheitkundig Verslag (OV) tahun 1915


Pada Kunjungan terakhir menuju sebuah candi yaitu Candi Tikus, sebenarnya masih banyak petilasan majpahit yg rencananya akan kita kunjungi, berhubung disekitar area pada waktu itu ada kegiatan maysrakat dan beberapa akses masuk ke kawasan petilasan di tutup. sampailah akhirnya di  Candi Tikus adalah sebuah peninggalan purbakala yang terletak di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Bentuk Candi Tikus yang mirip sebuah petirtaan mengundang perdebatan di kalangan pakar sejarah dan arkeologi mengenai fungsinya. Sebagian pakar berpendapat bahwa candi ini merupakan petirtaan, tempat mandi keluarga raja, namun sebagian pakar ada yang berpendapat bahwa bangunan tersebut merupakan tempat penampungan dan penyaluran air untuk keperluan penduduk Trowulan. Namun, menaranya yang berbentuk meru menimbulkan dugaan bahwa bangunan candi ini juga berfungsi sebagai tempat pemujaan.

Bangunan Candi Tikus menyerupai sebuah petirtaan atau pemandian, yaitu sebuah kolam dengan beberapa bangunan di dalamnya. Hampir seluruh bangunan berbentuk persegi empat dengan ukuran 29,5 m x 28,25 m ini terbuat dari batu bata merah. Yang menarik, adalah letaknya yang lebih rendah sekitar 3,5 m dari permukaan tanah sekitarnya. Di permukaan paling atas terdapat selasar selebar sekitar 75 cm yang mengelilingi bangunan. Di sisi dalam, turun sekitar 1 m, terdapat selasar yang lebih lebar mengelilingi tepi kolam. Pintu masuk ke candi terdapat di sisi utara, berupa tangga selebar 3,5 m menuju ke dasar kolam. Di kiri dan kanan kaki tangga terdapat kolam berbentuk persegi empat yang berukuran 3,5 m x 2 m dengan kedalaman 1,5 m. Pada dinding luar masing-masing kolam berjajar tiga buah pancuran berbentuk padma (teratai) yang terbuat dari batu andesit.

Tepat menghadap ke anak tangga, agak masuk ke sisi selatan, terdapat sebuah bangunan persegi empat dengan ukuran 7,65 m x 7,65 m. Di atas bangunan ini terdapat sebuah ‘menara’ setinggi sekitar 2 m dengan atap berbentuk meru dengan puncak datar. Menara yang terletak di tengah bangunan ini dikelilingi oleh 8 menara sejenis yang berukuran lebih kecil. Di sekeliling dinding kaki bangunan berjajar 17 pancuran (jaladwara) berbentuk bunga teratai dan makara.

Hal lain yang menarik ialah adanya dua jenis batu bata dengan ukuran yang berbeda yang digunakan dalam pembangunan candi ini. Kaki candi terdiri atas susunan bata merah berukuran besar yang ditutup dengan susunan bata merah yang berukuran lebih kecil. Selain kaki bangunan, pancuran air yang terdapat di candi inipun ada dua jenis, yang terbuat dari bata dan yang terbuat dari batu andesit.


Views: 769 | Added by: Admin | Tags: Tac Surabaya, TMC UNITED JATIM, TVS Apache, TVS Jatim | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Log In
Search
Calendar
«  November 2015  »
SuMoTuWeThFrSa
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930
Entries archive
Site friends

Copyright MyCorp © 2017 |