My site

Home | Sign Up | Log In
Thursday, 23/Nov/2017, 6:21 PM
Welcome Guest | RSS
Site menu
Section categories
News [10]
News Media
SEO [0]
SEO Media
Otomotif [11]
Otomotif Media
Survey [0]
Survey 2016
Chat Box
200
Our poll
Rate my site
Total of answers: 26
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Home » 2016 » September » 12 » Marka Warna Kuning di Persimpangan
10:51 PM
Marka Warna Kuning di Persimpangan

Saat melintas di beberapa persimpangan jalan, pernahkah Anda melihat garis kuning berbentuk persegi dan berukuran besar di aspal? Jika lihat, perkenalkan, garis itu bernama yellow box junction (YBJ).

Di beberapa Kota, kita dapat melihat YBJ di sejumlah persimpangan.

Meski begitu, masih banyak pengendara yang tidak mengetahui apa arti garis itu. Jangankan mengetahui, 'ngeh' pun tidak. banyak yang tidak menyadari ada garis YBJ.

"Garis yang mana, sih? Yang putih? Enggak pernah lihat garis kuning kayaknya,"
Apa fungsi garis itu sebenarnya. Jika garis tersebut dibuat demi kelancaran arus lalu lintas, sangat disayangkan masih banyak pengguna jalan, yang tidak mengetahui fungsi YBJ.

Lebih disayangkan tidak adanya sosialisasi soal garis tersebut. Lantas, apa sih sebenarnya YBJ itu?

YBJ adalah marka jalan yang mulai digunakan di Indonesia sejak 2010. Dikutip dari situs Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2016), YBJ berfungsi untuk mencegah agar arus lalu lintas (lalin) di persimpangan tidak terkunci saat kepadatan terjadi.

Saat arus lalin padat, pengendara cenderung untuk terus menerobos lampu lalu lintas, meski merah. Nah, garis YBJ ini menjadi semacam garis pembatas yang tidak boleh dilintasi oleh pengendara ketika antrean kendaraan di area persimpangan padat.

Pada sisi jalan lain ketika lampu lalu lintas menyala hijau pun, pengguna kendaraan tidak diperbolehkan melewati garis tersebut jika masih ada kepadatan di dalam area YBJ. Mereka baru bisa melanjutkan perjalanan jika YBJ telah kosong, dan tentunya jika warna lampu lalu lintas sudah hijau.

Menurut Pasal 287 ayat (2) juncto Pasal 106 ayat (4) huruf a, b dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, hukuman pidana bagi pelanggar YBJ adalah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000.

Sama seperti marka dan rambu lainnya, YBJ tentu akan berfungsi maksimal jika ada kesadaran pengguna jalan. Kesadaran itu pula yang menjadi kunci kelancaran arus lalu lintas. Namun, sebelum berbicara soal niat baik adanya YBJ, alangkah baiknya jika YBJ disosialisasikan terlebih dulu ke masyarakat, bukan?

Category: News | Views: 200 | Added by: Admin | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar
Log In
Search
Calendar
«  September 2016  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
Entries archive
Site friends

Copyright MyCorp © 2017 |